Mini-kompetisi dirancang sebagai mekanisme sederhana namun efektif untuk mendapatkan harga dan kualitas terbaik melalui persaingan singkat antar penyedia yang telah terdaftar di katalog elektronik. Salah satu prinsip dasar yang muncul berulang dalam pedoman pelaksanaan adalah bahwa mini-kompetisi dilakukan terhadap dua penyedia atau lebih. Ketentuan ini bukan sekadar angka administratif; ia mencerminkan nilai-nilai dasar pengadaan publik: persaingan, keterbukaan, akuntabilitas, dan perlindungan anggaran publik. Dokumen panduan yang Anda unggah menegaskan bahwa e-purchasing dengan metode mini-kompetisi dilaksanakan terhadap dua atau lebih penyedia yang menawarkan produk sejenis agar pembeli mendapatkan harga terbaik dan tetap menjaga prinsip tata kelola pengadaan.
Persaingan sebagai sarana penemuan harga pasar yang wajar
Alasan paling mendasar mengapa harus ada minimal dua penyedia ialah untuk menciptakan mekanisme penemuan harga yang wajar. Ketika hanya satu penyedia yang ditawarkan, tidak ada pembanding langsung sehingga nilai yang diajukan sulit dinilai kewajarannya. Dengan adanya setidaknya dua peserta, PPK/PP dapat membandingkan harga, memeriksa struktur pembentuk harga, dan menilai apakah penawaran tersebut mencerminkan kondisi pasar lokal atau sekadar strategi memenangkan paket dengan underbidding. Panduan mini-kompetisi menggambarkan tata urut proses—mulai pembuatan paket, masa penawaran, pemberian penjelasan bila diperlukan, papan peringkat kompetisi, hingga penetapan pemenang—yang semuanya bekerja lebih efektif bila ada lebih dari satu penawar sehingga papan peringkat dapat menampilkan perbandingan nyata antar penyedia.
Transparansi dan legitimasi keputusan pemilihan
Melibatkan minimal dua penyedia juga memperkuat aspek transparansi proses. Ketika ada kompetisi, hasil penetapan pemenang bisa dipertanggungjawabkan secara objektif karena ada bukti perbandingan harga dan kualifikasi. Panduan pelaksanaan menempatkan papan peringkat kompetisi sebagai fitur penting di aplikasi katalog elektronik yang membantu menunjukkan urutan jangan berdasarkan prioritas PDN dan harga terendah — papan peringkat ini hanya bermakna bila ada beberapa penawar yang bisa dibandingkan. Pengumuman pemenang lewat aplikasi memperlihatkan bukti bahwa penetapan bukan keputusan sepihak melainkan pilihan terbaik dari rangkaian penawaran. Dengan demikian, keterlibatan minimal dua penyedia memudahkan audit, meminimalkan kecurigaan praktik tidak sehat, dan memperkuat legitimasi administratif.
Mencegah monopoli dan keterikatan pada satu pemasok
Satu penyedia saja berisiko memperkuat praktik monopoli atau ketergantungan pada pemasok tunggal. Untuk pengadaan barang dan jasa publik, ketergantungan semacam itu berpotensi menaikkan harga di masa depan, menyulitkan negosiasi pasca-kontrak, dan mengurangi kemampuan pemerintah untuk mendapatkan alternatif bila pemasok gagal memenuhi kewajibannya. Ketentuan minimal dua penyedia mendorong instansi publik menata paket yang memungkinkan partisipasi pasar yang lebih luas — misalnya memecah paket menjadi itemized apabila memungkinkan — sehingga ruang partisipasi bagi penyedia beragam menjadi nyata. Dokumen pedoman menjelaskan perbedaan antara itemized dan non-itemized, termasuk bagaimana pemenang bisa ditetapkan per item dalam model itemized, sebuah desain yang memperbesar peluang bersaing antar banyak penyedia.
Mengurangi risiko praktek curang, kolusi, dan nepotisme
Persaingan yang nyata juga menjadi alat preventif terhadap praktek curang, kolusi, dan nepotisme. Ketentuan yang mengharuskan keterlibatan lebih dari satu penyedia membantu mendeteksi pola tidak wajar—misalnya jika semua penawaran masuk pada angka yang hampir sama atau jika terjadi kecurigaan koordinasi antar penyedia. Panduan pembatalan kompetisi memasukkan alasan-alasan yang sah, termasuk bila seluruh peserta terlibat dalam praktik tidak sehat; pengaturan ini menunjukkan bahwa proses mini-kompetisi tidak hanya mendorong kecepatan, tetapi juga integritas. Ketentuan publikasi pembatalan dan alasannya di aplikasi katalog menambah lapisan akuntabilitas bagi PPK/PP.
Memungkinkan evaluasi kewajaran harga yang lebih terpercaya
Proses evaluasi kewajaran harga menjadi lebih mudah dan lebih kredibel bila ada lebih dari satu tawaran untuk dibandingkan. Ketika penawaran berada di bawah ambang tertentu, panduan mengizinkan panitia meminta struktur pembentuk harga, referensi harga, HPS, atau dokumen lain untuk membuktikan kewajaran. Perbandingan antar penawar membantu menentukan apakah harga rendah adalah refleksi efisiensi nyata atau indikasi underbidding yang berisiko. Dengan dua atau lebih penawar, keputusan untuk meminta klarifikasi atau mendiskualifikasi satu penawaran tidak akan tampak sewenang-wenang karena ada alternatif konkrit yang dapat dipilih. Pedoman menegaskan penggunaan referensi harga untuk paket bernilai kecil dan HPS untuk paket bernilai lebih besar sebagai acuan kewajaran.
Menjamin kontinuitas dan jaminan pelaksanaan
Kehadiran beberapa penyedia memberikan ruang bagi PPK/PP untuk mempertimbangkan cadangan apabila pemenang utama gagal melaksanakan kontrak. Untuk pekerjaan konstruksi—yang sering kali menghadapi risiko pelaksanaan—kemampuan untuk menunjuk penyedia cadangan (atau setidaknya memilih pemenang yang memegang kesiapan sumber daya memadai) sangat penting. Panduan pelaksanaan menuntut bukti kapasitas seperti Surat Pernyataan Sisa Kemampuan Paket (SKP) atau daftar pekerjaan saat ini yang harus diunggah penyedia; perbandingan SKP di antara beberapa peserta membantu memastikan pemenang benar-benar memiliki kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Dengan adanya minimal dua penyedia, panitia dapat menilai opsi cadangan dan menurunkan risiko kontraktual.
Memfasilitasi kebijakan prioritas PDN dan pemberdayaan UMKM tanpa mengorbankan kompetisi
Panduan mini-kompetisi juga mengatur prioritas PDN dan kualifikasi usaha seperti UMKK. Kehadiran beberapa penyedia memungkinkan PPK/PP menerapkan kebijakan prioritas tersebut secara rasional: misalnya papan peringkat yang menempatkan PDN pada prioritas tertentu lalu harga terendah di antara produk yang memenuhi kriteria PDN. Dengan minimal dua penyedia, PPK dapat memilih pemenang yang tidak hanya menawarkan harga kompetitif tetapi juga memenuhi kebijakan lokal seperti TKDN atau prioritas usaha kecil, tanpa kehilangan prinsip kompetisi. Panduan juga menunjukkan batasan nilai paket dan skema penanganan yang berbeda untuk nilai paket tertentu, sehingga kebijakan pembangunan lokal bisa diintegrasikan dalam mekanika kompetisi.
Perbedaan kebutuhan antara itemized dan non-itemized terkait jumlah penyedia
Meskipun prinsip minimal dua penyedia berlaku umum, konteks teknis paket (itemized vs non-itemized) mempengaruhi bagaimana persaingan itu diwujudkan. Pada model itemized, setiap item dapat dimenangkan oleh penyedia yang berbeda sehingga kehadiran dua penyedia memberikan kompetisi per item dan memungkinkan fragmentasi pemenang. Di sisi lain, pada model non-itemized—di mana penyedia harus menawar seluruh paket—kebutuhan akan lebih dari satu penawar menegaskan adanya alternatif integrator yang dapat melaksanakan seluruh pekerjaan. Panduan menjelaskan tata langkah untuk kedua model ini termasuk syarat penawaran, papan peringkat, hingga pengumuman pemenang sehingga peran minimal dua penyedia dapat diuji relevansinya pada tiap skenario.
Praktik perencanaan untuk memastikan munculnya dua penyedia atau lebih
Agar syarat dua penyedia bisa terpenuhi secara praktis, PPK/PP bisa melakukan sejumlah upaya awal: market sounding singkat untuk memetakan penyedia yang menayangkan produk serupa di katalog, pemilihan kategori dan KBLI yang tepat sehingga tidak membatasi peserta, serta desain paket yang sesuai untuk mengundang partisipasi. Panduan teknis menekankan pentingnya menentukan kategori produk, kualifikasi penyedia, dan pagu kompetisi dengan cermat saat membuat paket sehingga peluang partisipasi optimal. Jika terjadi hanya satu penyedia yang terdaftar di awal, PPK/PP dapat meninjau kembali kriteria paket atau melakukan publikasi ulang dengan penjelasan yang lebih jelas agar pesaing potensial mendapat kesempatan ikut.
Kapan pengecualian terhadap aturan dua penyedia dapat terjadi?
Walaupun prinsipnya menuntut dua penyedia minimal, pedoman pengadaan mengenali kondisi khusus: misalnya jika produk benar-benar unik dan hanya ada satu pemasok di pasar, atau jika tidak ada pelaku usaha kecil yang mampu menawarkan pada nilai paket tertentu, atau jika ada alasan kebijakan yang mendesak. Dalam kondisi seperti itu, PPK/PP harus mendokumentasikan alasan substansial dan, bila perlu, memilih metode pengadaan alternatif yang sesuai ketentuan. Pedoman juga mengatur alasan pembatalan kompetisi yang valid; salah satu alasan pembatalan adalah ketika pasar tidak menyediakan kompetitor yang cukup sehingga kompetisi tidak bermakna. Dokumentasi alasan dan transparansi keputusan menjadi penting untuk menjaga akuntabilitas.
Dampak pada penyusunan Dokumen Kompetisi (Doktis) dan pagu kompetisi
Syarat minimal dua penyedia memengaruhi bagaimana Dokumen Kompetisi disusun: spesifikasi produk harus dibuat jelas namun tidak diskriminatif, kualifikasi usaha tidak boleh terlalu membatasi, dan pagu kompetisi harus realistis agar tidak mengusir calon peserta. Panduan menyebut pentingnya pencantuman rincian spesifikasi, volume, pagu, dan kualifikasi bila diperlukan sehingga penyedia yang relevan dapat menilai kelayakan ikut serta. Dengan penyusunan Doktis yang tepat, peluang munculnya dua atau lebih penyedia yang kompetitif meningkat dan mekanika papan peringkat serta evaluasi penawaran menjadi lebih bermakna.
Strategi untuk memastikan kompetisi sehat dan adil
Bagi penyedia, ketentuan minimal dua peserta berarti mereka harus memastikan produk ditayangkan di katalog dengan spesifikasi yang akurat dan harga tayang yang kompetitif. Penyedia yang aktif mengikuti katalog dan memantau paket yang relevan lebih mungkin menjadi salah satu dari dua atau lebih peserta yang bersaing. Selain itu, penyedia sebaiknya mempersiapkan struktur pembentuk harga dan bukti pendukung karena bila kompetisi terjadi, tim evaluasi akan melakukan verifikasi kewajaran harga dan kapasitas pelaksanaan. Dengan demikian, persaingan dua pihak bukan saja memberi peluang menang, tetapi juga menuntut kesiapan verifikasi yang profesional.
Praktik terbaik PPK/PP untuk mengelola situasi bila peserta kurang dari dua
Jika saat publikasi hanya ada satu atau tidak ada peserta, PPK/PP punya beberapa langkah mitigasi: meninjau kembali kriteria paket dan KBLI, memperpanjang masa kompetisi, melakukan market sounding ulang, atau mengubah model paket menjadi itemized bila memungkinkan untuk memperluas peluang partisipasi. Panduan menyebut bahwa PPK/PP dapat melakukan perubahan terbatas pada paket sebelum masa penawaran selesai, misalnya memperpanjang jadwal kompetisi, sehingga ada kesempatan lebih banyak bagi penyedia untuk mendaftar. Semua perubahan dan alasannya harus terdokumentasi sehingga proses tetap transparan.
Dua penyedia sebagai syarat praktis untuk memastikan persaingan, legitimasi, dan akuntabilitas
Menetapkan bahwa mini-kompetisi harus dilakukan terhadap minimal dua penyedia lebih dari sekadar formalitas; ia adalah prinsip operasional yang menjaga agar e-purchasing tetap kompetitif, transparan, dan akuntabel. Dua penyedia menciptakan konteks perbandingan harga yang memfasilitasi penemuan harga wajar, memperkuat legitimasi keputusan pemilihan, mengurangi risiko monopoli, dan mempermudah evaluasi kewajaran harga serta verifikasi kapasitas. Pedoman mini-kompetisi yang menjadi rujukan menegaskan mekanika proses—dari pembuatan paket hingga pengumuman pemenang—dan menempatkan syarat dua penyedia sebagai bagian integral dari desain tersebut, kecuali dalam kondisi khusus yang harus didokumentasikan. Dengan perencanaan paket yang tepat, market sounding yang baik, dan desain Dokumen Kompetisi yang inklusif, PPK/PP dapat memaksimalkan peluang munculnya kompetisi sehat dan menghasilkan keputusan pengadaan yang memberi nilai terbaik bagi publik.






